Posts

CERITA SANTRIPRENEUR DI PEMBIBITAN SINARMAS

Tak kurang dari 55 orang perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) dari 11 Kabupaten Kota di Riau datangi Pusat Pembibitan Sinarmas di Desa Kijang Makmur Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, kemarin. 

Mereka dibawa oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP-Apkasindo) untuk menuntaskan rangkaian workshop santripreneur yang sudah digelar sejak sehari sebelumnya. 

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, Ketua Harian PB NU yang juga Staf Khusus Wakil Presiden, KH. Imam Aziz, Dewan Pembina DPP Apkasindo yang juga tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP), Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, Staf Ahli Kementan, Syaiful Bahri, perwakilan Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Asisten Staf Khusus Wapres, Tri  Chandra dan Ketua DPW Apkasindo Riau, Suher, ada di antara mereka. 

Salah seorang alumni santri, Muhammad Taufik Azim mengaku takjub menengok komplek bibitan sawit milik PT Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) itu. 

Selain kali pertama menengok bibitan seluas itu — mencapai 59 hektar — lelaki 28 tahun ini juga mengaku baru pertama kali dapat ilmu detil soal sawit.   

Mulai dari soal benih Dami Mas yang unggul, cara menanam kecambah di bibitan, mengenal kecambah yang normal dan abnormal, cara menyeleksi bibit yang afkir dan normal, termasuk mengenal hama penyakit di bibitan dan cara penanggulangannya, dia dapatkan. 

Kepala Sekolah bidang Pembelajaran Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muttaqien Desa Jati Baru Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Riau ini pun tak sabar untuk mempraktekkan ilmu yang dia dapat itu. 

Kebetulan di Ponpes tempat dia mengajar, sudah ada sekitar 18 hektar kebun kelapa sawit. “Untuk lokasi pembibitan sudah ada lahan sekitar 4 hektar,” terangnya. 

Bagi Sinarmas, kedatangan para pengasuh Ponpes ini adalah sesuatu yang unik dan baru pertama kali. Itu pula makanya momen ini menjadi penting untuk Sinarmas ikut menyukseskan program santripreneur yang digagas Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin akhir tahun lalu. 

“Kami dapat cerita dari Apkasindo bahwa Ponpes dan alumni santri akan disiapkan untuk berbisnis, khususnya penyediaan bibit unggul bersertifikat untuk mendukung dan menyukseskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Untuk ini kan dibutuhkan kecambah,” kata General Manager Inti Kampar SMART, Abdillah Sotlihin seperti dilansir Gatra.com Jumat (26/2).   

Nah, perusahaan kata lelaki 53 tahun ini sangat siap mentransfer ilmu dan teknologi kepada Ponpes dan alumni santri terkait usaha  pembibitan itu. 

“Kami juga siap memenuhi kecambah yang dibutuhkan. Semua ini kami lakukan lantaran kami juga ingin program ini sukses. Kalau Ponpes sudah bisa menyiapkan bibit siap tanam yang legitimate, otomatis rentang kendali yang tadinya jauh akan dekat, dengan begitu biaya angkut juga akan lebih murah,” kata ayah 2 anak ini.   

Jika kerjasama dengan santripreneur ini berlanjut, berarti bertambah pula kelompok masyarakat yang sudah disentuh oleh Sinarmas. 

Sebab sebelumnya, Sinarmas juga sudah menggandeng petani-petani swadaya untuk bermitra. Salah satunya adalah kelompok masyarakat yang ada di kawasan Kandis, Siak. Ada sekitar 500 hektar lahan milik petani swadaya yang dibina di sana dan bakal bertambah. 

“Sebelumnya santripreneur berbasis sawit ini belum pernah ada. Ini sangat bagus dan luar biasa. Selain membuka peluang ekonomi baru, juga akan menumbuhkembangkan sentra-sentra penyedia bibit baru yang akan meminimalisir biaya transportasi dan multiplier efek nya ini besar,” kata General Manager Plasma SMART, Ruslan Hasibuan. 

Imam Aziz sendiri tak menduga kalau kunjungan lapangan itu sangat komplit. “Tadinya saya enggak berencana ikut ke lapangan, tapi jadinya jadi ingin menengok langsung. Alhamdulillah, Sinarmas menunjukkan kelasnya sebagai perusahaan besar. Ini nampak dari sarana dan prasarana pembibitannya yang sangat moderen,” katanya saat didapuk memberi sambutan. 

“Saya berharap Ustadz dan Kiyai yang hadir ke pembibitan ini bisa memanfaatkan ilmu yang didapat di sini untuk menambah wawasan tentang enterpreneuship di bidang perkelapasawitan, semoga berkah bagi Indonesia, pondok pesantren pada khususnya,” tambahnya. 

Santri kata Imam bisa membangun kawasan industri sawit ‘satripreneur’, membangun petani kelas menengah, tinggal kerjasama dengan Pemda dan pemerintah pusat saja untuk mendapatkan lahan.

“Tapi tetap harus didukung oleh perusahaan sawit dan kampus vokasi sawit seperti AKPY Stiper dan Politeknik Sawit Kampar. Ini akan menjadi  model baru untuk kebun modern berbasis santri,” katanya. 

Atas nama Kantor Wakil Presiden, Imam berterimakasih oleh keramahan dan kerjasama Sinarmas. 

“Begitu juga dengan Apkasindo dan BPDPKS, terimakasih atas ide-ide kreatifnya. Saya menitip para alumni Ponpes ini untuk terus didampingi,” pintanya. 

Sumber : Elaeis.co

Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

kaçak bahiscanlı bahiskaçak bahis sitelerijustin tv izlecasinowordpress kurbahis siteleri
%d bloggers like this: